Halo, semuanya!
Akhirnya, salah satu mata kuliah yang paling ditunggu sekaligus bikin deg-degan selesai juga: Praktik Kerja Lapangan atau PKL
Jadi, di postingan kali ini, saya mau sedikit berbagi cerita tentang tempat kami belajar dan apa saja yang kami lakukan di sana.
Mengenal Puskesmas Karangayu
Yang bikin saya kagum, puskesmas ini punya motto pelayanan yang keren banget, yaitu "SIAP"
Pantas saja, di tahun 2023, Puskesmas Karangayu berhasil mendapatkan predikat akreditasi Paripurna
Apa Saja Sih Layanan di Puskesmas Karangayu?
Awalnya saya kira Puskesmas itu ya... tempat berobat biasa. Ternyata, kegiatannya jauh lebih kompleks dan terbagi jadi dua "penggerak" utama:
Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Ini adalah layanan yang mungkin paling kita kenal, yaitu pelayanan di dalam gedung
. Kalau ada pasien datang, mereka akan dilayani di sini. Layanannya lengkap, mulai dari Pendaftaran , Poli Pemeriksaan Umum , Poli Kesehatan Gigi dan Mulut (tempat kami "nongkrong") , Poli KIA dan KB , sampai layanan khusus seperti VCT (HIV) dan Farmasi . Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Nah, ini adalah "mesin" yang bergerak ke luar gedung, langsung ke masyarakat
. Tujuannya lebih ke promotif (promosi) dan preventif (pencegahan). Ini termasuk kegiatan kayak Promosi Kesehatan , Kesehatan Lingkungan , dan membina kader-kader kesehatan di 24 Posyandu dan Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) di wilayah kerja mereka.
Kegiatan Kami: Dari Input Data Sampai Turun ke Lapangan
Selama di sana, kami nggak cuma diam di poli gigi. Kami benar-benar dilibatkan dalam berbagai kegiatan
1. "Pekerjaan Wajib" di Poli: Digitalisasi Kesehatan
Setiap hari di puskesmas, salah satu tugas utama kami adalah membantu menginput data pasien
2. Survei Epidemiologi Dental: Mencari Akar Masalah
Kami tidak bisa langsung bikin program tanpa tahu masalahnya. Jadi, kami turun ke Kelurahan Salamanmloyo
Temuannya: Cukup menarik! Rata-rata OHI-S (kebersihan mulut) warga sebenarnya masuk kategori Baik (rata-rata 0,6)
. TAPI, angka kariesnya (gigi berlubang) justru lumayan tinggi. Rata-rata DMF-T (karies gigi permanen) ada di angka 3,7 dan def-t (karies gigi susu) di angka 4,5 . Ini jadi prioritas utama kami untuk intervensi.
3. Pelayanan Asuhan: Eksekusi Program
Berdasarkan data survei tadi, kami merancang kegiatan promotif dan preventif yang fokusnya pada kelompok berkebutuhan khusus
Anak Pra-Sekolah (TK Kencana): Kami menargetkan 28 siswa di TK Kencana
. Kegiatannya seru banget! Kami melakukan penyuluhan tentang cara sikat gigi , lalu demonstrasi, dan ditutup dengan sikat gigi massal . Kami mengajarkan mereka metode Fones (gerakan memutar) yang gampang diingat anak-anak . Ibu Hamil (Kelurahan Bojongsalaman): Kami juga mengumpulkan 5 ibu hamil
di Balai Kelurahan Bojongsalaman . Materinya spesifik, yaitu tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan, termasuk masalah yang sering muncul di tiap trimester . dan juga kami melakukan pemeriksaan gigi dan mulut pada ibu hamil. ada juga dari mahasiswa lain yang ikut serta seperti mahasiswa UIN Walisongo, dan STIFAR.
4. Pelatihan Kader: Memberdayakan Masyarakat
Kami percaya program kesehatan gigi harus berkelanjutan. Caranya? Melatih "perpanjangan tangan" puskesmas di masyarakat, yaitu para kader. Kami mengadakan pelatihan untuk 18 kader kesehatan di RW 01 Kelurahan Karangayu
5. Ikut Program Puskesmas Lainnya
Bagian paling seru dari PKL adalah kami tidak "eksklusif" di program gigi saja. Kami juga diajak membantu program puskesmas lainnya. Kami ikut kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) ke sekolah-sekolah, seperti SMP Muhammadiyah 4 dan SD Nasima
Sebulan di Puskesmas Karangayu
Terima kasih banyak untuk seluruh staf Puskesmas Karangayu, terutama pembimbing lapangan (CI) kami, Ibu Setianingtyas, S.Tr.Kepgi
Pengalaman ini jadi bekal berharga bagi kami untuk menjadi tenaga kesehatan gigi yang lebih baik ke depannya
Ciao!








.jpeg)
format(webp).jpg)




