Entri yang Diunggulkan

Di Luar Catatan Kuliah: Lapangan, 'The Blues', dan Pikiran yang Tak Pernah Diam

Halo semua! Kalau ada yang bertanya apa hobi saya, mungkin jawabannya akan sedikit lompat-lompat. Sebagian orang kenal saya sebagai si ...

Selasa, 11 November 2025

Sebulan di Gardu Terdepan: Cerita PKL Saya di Puskesmas Karangayu

Halo, semuanya!

Akhirnya, salah satu mata kuliah yang paling ditunggu sekaligus bikin deg-degan selesai juga: Praktik Kerja Lapangan atau PKL. Selama kurang lebih satu bulan, saya dan tiga rekan saya Karlinna, Anin, dan Pasha resmi "mengabdi" di Puskesmas Karangayu, Kota Semarang.


Tujuan utamanya jelas, kami harus menerapkan ilmu yang sudah dipelajari di kampus langsung ke masyarakat. Jujur, ini adalah pengalaman yang luar biasa, melihat langsung bagaimana sistem kesehatan kita bekerja di level paling dasar.

Jadi, di postingan kali ini, saya mau sedikit berbagi cerita tentang tempat kami belajar dan apa saja yang kami lakukan di sana. 

Mengenal Puskesmas Karangayu


Pertama, saya mau kenalkan dulu "rumah" kami selama sebulan yang lalu. Puskesmas Karangayu ini lokasinya di Kecamatan Semarang Barat dan membawahi empat kelurahan sekaligus: Karangayu, Salaman Mloyo, Cabean, dan Bojong Salaman.

Yang bikin saya kagum, puskesmas ini punya motto pelayanan yang keren banget, yaitu "SIAP" , yang merupakan singkatan dari Senyum, Integritas, Aman, dan Peduli. Ini bukan sekadar slogan, tapi kami lihat sendiri bagaimana para staf di sana menerapkannya.

Pantas saja, di tahun 2023, Puskesmas Karangayu berhasil mendapatkan predikat akreditasi Paripurna. Keren banget, kan?


Apa Saja Sih Layanan di Puskesmas Karangayu?

Awalnya saya kira Puskesmas itu ya... tempat berobat biasa. Ternyata, kegiatannya jauh lebih kompleks dan terbagi jadi dua "penggerak" utama:

  1. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Ini adalah layanan yang mungkin paling kita kenal, yaitu pelayanan di dalam gedung. Kalau ada pasien datang, mereka akan dilayani di sini. Layanannya lengkap, mulai dari Pendaftaran , Poli Pemeriksaan Umum , Poli Kesehatan Gigi dan Mulut (tempat kami "nongkrong") , Poli KIA dan KB , sampai layanan khusus seperti VCT (HIV) dan Farmasi.

  2. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Nah, ini adalah "mesin" yang bergerak ke luar gedung, langsung ke masyarakat. Tujuannya lebih ke promotif (promosi) dan preventif (pencegahan). Ini termasuk kegiatan kayak Promosi Kesehatan , Kesehatan Lingkungan , dan membina kader-kader kesehatan di 24 Posyandu dan Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) di wilayah kerja mereka.

Kegiatan Kami: Dari Input Data Sampai Turun ke Lapangan

Selama di sana, kami nggak cuma diam di poli gigi. Kami benar-benar dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Ini dia rangkuman keseruan kami:

1. "Pekerjaan Wajib" di Poli: Digitalisasi Kesehatan Setiap hari di puskesmas, salah satu tugas utama kami adalah membantu menginput data pasien. Kami jadi akrab banget sama yang namanya SIMPUS (Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas), ASIK (Sehat Indonesiaku), dan Semar PKG79. Ini adalah bagian dari program Sistem Informasi Kesehatan (SIK). Walaupun kelihatannya "cuma" input data, ini penting banget untuk memastikan rekam medis digital berjalan lancar.

2. Survei Epidemiologi Dental: Mencari Akar Masalah Kami tidak bisa langsung bikin program tanpa tahu masalahnya. Jadi, kami turun ke Kelurahan Salamanmloyo. Setiap mahasiswa mengambil data 1 KK (Kepala Keluarga). Kami melakukan wawancara dan pemeriksaan gigi langsung.

  • Temuannya: Cukup menarik! Rata-rata OHI-S (kebersihan mulut) warga sebenarnya masuk kategori Baik (rata-rata 0,6). TAPI, angka kariesnya (gigi berlubang) justru lumayan tinggi. Rata-rata DMF-T (karies gigi permanen) ada di angka 3,7 dan def-t (karies gigi susu) di angka 4,5. Ini jadi prioritas utama kami untuk intervensi.

3. Pelayanan Asuhan: Eksekusi Program Berdasarkan data survei tadi, kami merancang kegiatan promotif dan preventif yang fokusnya pada kelompok berkebutuhan khusus:

  • Anak Pra-Sekolah (TK Kencana): Kami menargetkan 28 siswa di TK Kencana. Kegiatannya seru banget! Kami melakukan penyuluhan tentang cara sikat gigi , lalu demonstrasi, dan ditutup dengan sikat gigi massal. Kami mengajarkan mereka metode Fones (gerakan memutar) yang gampang diingat anak-anak.

  • Ibu Hamil (Kelurahan Bojongsalaman): Kami juga mengumpulkan 5 ibu hamil di Balai Kelurahan Bojongsalaman. Materinya spesifik, yaitu tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan, termasuk masalah yang sering muncul di tiap trimester. dan juga kami melakukan pemeriksaan gigi dan mulut pada ibu hamil. ada juga dari mahasiswa lain yang ikut serta seperti mahasiswa UIN Walisongo, dan STIFAR.



4. Pelatihan Kader: Memberdayakan Masyarakat Kami percaya program kesehatan gigi harus berkelanjutan. Caranya? Melatih "perpanjangan tangan" puskesmas di masyarakat, yaitu para kader. Kami mengadakan pelatihan untuk 18 kader kesehatan di RW 01 Kelurahan Karangayu. Kami bekali mereka materi tentang cara mengenali penyakit gigi, cara menyikat gigi yang benar, dan praktik pemeriksaan sederhana.

5. Ikut Program Puskesmas Lainnya Bagian paling seru dari PKL adalah kami tidak "eksklusif" di program gigi saja. Kami juga diajak membantu program puskesmas lainnya. Kami ikut kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) ke sekolah-sekolah, seperti SMP Muhammadiyah 4 dan SD Nasima. Selain itu, kami juga ikut PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) keliling kampung. Ini pengalaman berharga banget yang mengajarkan kami soal kerja tim lintas program.


Sebulan di Puskesmas Karangayu benar-benar membuka mata saya. Saya jadi paham betapa pentingnya peran puskesmas dan betapa kompleksnya masalah kesehatan di masyarakat.

Terima kasih banyak untuk seluruh staf Puskesmas Karangayu, terutama pembimbing lapangan (CI) kami, Ibu Setianingtyas, S.Tr.Kepgi , dan seluruh dokter gigi serta perawat gigi. Tentu saja, terima kasih juga untuk dosen pembimbing kami, Bapak Sadimin, S.Si.T, M.Kes, yang sudah membimbing kami dari jauh.

Pengalaman ini jadi bekal berharga bagi kami untuk menjadi tenaga kesehatan gigi yang lebih baik ke depannya.

Ciao!

1 komentar: